Saat rembulan malamku kembali tak muncul..
Ketika dia justru menjadi matahari yang terang bagi setiap jengkal angkasa raya..
Kesepian.. ku sendiri..
Kurasakan, apa yang mungkin dirasa oleh setiap jiwa..
Berpindah dari rasa nyaman kepada kehilangan yang nyata..
Dia ada disana..
Benar, ada disana.. sebagai matahari.. dengan sinarnya..
Silau kurasa..
Kurindu rembulan.. teduh, rebah kuingin dipangkuannya..
Lembut, helaan nafasnya pun terdengar merdu..
Kapanpun ku ingin.. ia tersenyum.. seolah menggodaku bercerita..
Yah, aku memang bukan apa-apa..
Jiwa biasa.. selayaknya enam milyar manusia lainnya.
Ku hanya ingin rembulanku kembali..
Itu saja..
December 2007
Recent Comments