Hariku berlalu begitu saja
sepi.. yah seperti biasa
memang resiko yang sudah seharusnya
Ada yang datang, kemudian pergi begitu saja
terpercik sesuatu, tapi ternyata hampa
aku tak yakin, sebenarnya apa yang ada
kucoba.. merapal mantra sakti ke dalam sana
bahwa ini yang terbaik, dari semua yang ada
tapi tak juga sirna, ragu dan resah di relung dada
bergulat, bertinju, saling memaki dan menghantam
memunculkan semua ragu dan rasa ke permukaan
kah satu dan lainnya memang kenyataan ataukan hanya bayangan
ku tanya seorang kawan.. apakah sebenarnya yg terjadi?
dia hanya tertawa.. puas sekali.
“karena sesungguhnya kau belum siap kawan”.. ujarnya tersenyum geli
aha.. aku terpana.. sungguh dia ternyata mengenal diriku
benar sekali, itulah mengapa semua ini sungguh menyiksa
tak kusangka.. dirinya lebih tahu diriku dibanding aku.. malu..
karena sungguh.. diriku ini belum mampu..
belum mampu, belum mau dan juga belum terbiasa..
juga karena struktur hatiku yang belum dirancang untuk dua
maaf.. untuk dia.. kamu.. dirinya.. diriku..
masih harus kupelajari semua.. perlahan namun dengan tujuan
agar kamu yang masih belum tersuratkan bisa mengisinya nyaman
ya.. perlahan saja.. memang tak dapat kupastikan
karena itu bukan pekerjaan.. bukan pula perkuliahan
hanya proses.. yang memakan waktu dan perasaan..
gracias a mi amigo! ^.^
hablina Said:
on March 19, 2010 at 12:11 am
semoga prosesnya lancar…
*amin*
Djafar Said:
on March 20, 2010 at 12:14 pm
aminn..
hope that you’ll be given the best too in life na, ^.^
adit Said:
on March 19, 2010 at 8:26 am
mantap pak fajar, puitis sekali….
sapa yang pergi? hueheuheu
Djafar Said:
on March 20, 2010 at 12:17 pm
haha.. sekali2 boleh lah dit gw puitis,
yg pergi yg mana yak.. udah banyak dit yg pergi, heheh
hablina Said:
on March 21, 2010 at 12:24 am
you also… hihihi.
jgn bandel lagi yaaa…