Another day in my life

7 08 2009

Hoaem… ngantuk…

tapi masih males tidur.. jadilah nulis blog..

Hari ini bukan hari yang menyenangkan, lagi-lagi gw terjebak dalam pilihan sulit akibat kesotoyan gw dalam bikin janji ama orang.. Bukan sepenuhnya salah gw sih, emang jadwal kerja aja yg tiba2 berubah, tapi tetep andil gw gede juga…

Berawal dari hari selasa kemaren, si ika katanya kamis mo jalan2 ke joglo, gw sekalian lah mo ikutan kesana, masang wireless.. Trus kemudian di hari rabu, gw diminta oka buat nginstallin 7 komputer baru buat pameran. OK bos, gw siapin, di kamis pagi selesailah tugas gw, dan berangkat kuliah dari jam 9-15 sore..

Ketika gw balik ke kantor di jam4an, ada masalah, ternyata si graphic cardnya kurang kuat.. jadi gw diminta beli graphic card baru u/ komputer ini, pdhl gw janjinya kan ketemu di joglo jam 5.. wew.. yaudah, gw bli dulu.. dengan perkiraan jam 5 gw dah bisa sampe joglo.. tapi nda bisa juga ternyata, gw sampe joglo jam 6, ditatap dengan pandangan ngga enak dari ownernya.. yah sudah.. padahal tadi pas minta ijin keluar sama si oka juga ngga enak juga karena kerjaan kantor masih banyak, tapi ya gimana, gw dah janji duluan… T_T

Trus ternyata si wireless router ngambek, karena suatu hal, jadinya ngga sukses di pasang.. jam 7, lagi2 dengan pandangan ngga enak si owner hotel, gw pulang.. menjanjikan besoknya sudah akan terpasang dengan baik.. trus sampe rumah, kembali mengerjakan pekerjaan kantor yg udah dihandle sebagian ama anak2 ( thx bro.. :D ) dan akhirnya di jam setengah 9 malam, seleseilah tugas kantor gw dengan sukses, tinggal gimana si samsi aja berjuang di jakarta, :D (ganbatte yoo!)

Yah, intinya mah masalah prioritas.. suka masih bingung gw.. yg mana yg mesti gw dluin, yg mana sih yg sebenernya lebih penting??.. it’s still a big question 4 me.. Akhir taun ini.. iyah, di akhir taun ini gw harus dah bisa menentukan apa yang terbaik bagi gw, apa prioritas2 dalam hidup gw, supaya gw ngga bingung lagi setiap gw di persimpangan jalan..

Amin..





Bangun-Pagi-Lemes

4 08 2009

Hm, hari ini gw bangun dengan perasaan kurang nyaman.. ternyata itu karena lampu gw yang lupa gw matiin semalem, kenapa lupa gw matiin? karena sebenernya gw blom niat tidur.. mo solat dulu.. tapi lemes.. jadinya tidur2an, eh, malah tidur beneran..

Heheh, yah, emang yang namanya niatan buat ngelakuin sesuatu itu perlu banget.. persiapan, rencana mateng, dan kesiapan mental itu dah 75 persen hasil.. kalo tanpa itu?.. ya sebenernya lo dah kehilangan 75 persen kemungkinan keberhasilan elo kayanya..

Kaya yang terjadi sama gw sekarang.. Tidur yang ngga direncanakan dengan baik.. hasilnya : pusing2.. ngga solat isya n subuh.. dan bangun telad..

whew.. what a lesson…





Fitness

3 08 2009

Kemarin iseng nyobain lagi yang namanya fitness.. di sabuga.. cuma 7500 perak sekali dateng.. tapi ngga pake instruktur, jadilah bengong ngapain aja.. :D

tapi akhirnya, dengan bekal pengalaman dulu pernah berfitness ria, plus ngintip2 orang laen ngapain aja, akhirnya gw melakukan ini :

- treadmill 400m

- Sit up 3 * 20x

- 100 x goyang pinggang.. (ngga tau namanya apa)

- 100 x goyang kaki + pemberat (ini juga ngga tau namanya apa)

- legpress 3 * 15 @ 40 Kg beban

- armpress 3 * 15 @ 35 kg beban

- Backup 3 * 15 @ 7,5kg beban

- Angkat Kaki 3 * 15

Langsung lemes setelahnya, karena blom sarapan, :D dan sekarang baru kerasa pegel2nya.. wew.. next time mesti tanya trainer deh ngapain aja, heheh..





Single vendor Vs Multi vendor IT Security

29 06 2009

Dalam implementasi IT Security, terdapat dua jenis aliran yang berbeda dalam melakukannya: pertama adalah multi vendor – beli yang terbaik untuk masing-masing keperluan spesifik, tidak hanya dari satu vendor saja, dan menggabungkankanya menjadi satu sistem utuh, dan single vendor: Hanya menggunakan satu jenis vendor saja untuk semua keperluan, dan mengandalkan vendor tersebut untuk dapat bekerja dengan baik.

Secara umum, permasalahan single vendor vs multi vendor merupakan permasalahan umum di dalam dunia IT, terkait dengan hardware dan software yang digunakan [CHU08], bukan hanya permasalahan di dalam bidang IT security saja. Setiap pengadaan barang terkait IT akan memicu permasalahan tersebut.

Single vendor biasanya dipelopori oleh vendor terbesar di dalam bidang tersebut, yang di dalam bidang IT Security hal ini dilakukan oleh Cisco. Sedangkan solusi multivendor banyak ditawarkan oleh vendor-vendor lainnya.

Sesungguhnya, pemilihan penggunaan single vendor vs multi vendor sangat tergantung pada kasus pengguna layanan IT security tersebut. Oleh karena itu, pembagian kasus untuk masing-masing solusi dapat dibagi menjadi 2 hal dibawah ini.

Perusahaan-perusahaan yang memiliki data yang sangat besar, dengan sistem informasi yang tidak terstruktur dengan baik, dan kebutuhan untuk implementasi sistem keamanan dengan waktu yang relatif cepat tentunya akan lebih baik menggunakan sistem single vendor. Hal ini mengingat pengelolaan datanya sendiri sudah sangat menyulitkan. Penggunaan sistem single vendor yang relatif lebih mudah diimplementasi akan sangat memudahkan perusahaan seperti ini [CHU08].
Sebaliknya, jika secara teknis sebuah perusahaan sudah memiliki sistem informasi yang baik, jumlah data yang diproses tidak terlalu besar, dan memiliki ketertarikan untuk melakukan penghematan di bidang IT security, perusahaan tersebut akan lebih baik menggunakan solusi multi vendor untuk mengoptimisasi sistemnya, karena sifat multi vendor yang dapat mengurangi cost asalkan dikombinasikan dengan tepat dan memiliki tenaga ahlinya[CHU08].

Sesuai dengan paparan diatas, kesimpulan dari single vendor vs multivendor ini adalah bahwa penggunaannya tergantung dari keadaan serta kebutuhan dari perusahaan yang akan mengimplementasi. Karena dari kelebihan dan kekurangan masing-masing solusi, jika digunakan dengan tepat akan menghasilkan hasil yang maksimal.

Referensi :
[CHU08] http://chucksblog.typepad.com/chucks_blog/2008/04/single-vs-multi.html Last access : 290609





Suara Hati

27 01 2009

aku mau kemana ya?..
berjalan kesana kemari tanpa arti
kadang berhari-hari terkurung disini
ditemani..,
dikelilingi benda mati.. sunyi.

deru mesin bergema di telinga
dan berharap akan ada sesuatu yang menyeka..
keringatku..

kasih sayang yg sungguh kudamba..
kemanakah mereka?
pun tidak dalam dirinya tidak pula kutemukan surga..

mungkin ku hanya berdusta
atau ku menjadi pongah,
serakah..
tak ingat bersyukur.. pada-Nya yg telah memberi segala

tampan rupawan,
senyum menawan.. menggoda
cerdas.. bernas, tak kurang suatu apa..

tapi semua itu TAK BERGUNA!!!
karena ku tetap saja tak tahu..
kemana tujuanku melangkah

hati galau.. langkah tak tentu..
sepi menumpuk di hari yang suntuk..
bahkan gerhana tak mampu menjawab
apa gerangan maksud diciptakannya aku?..

ku ingin bebas
tak peduli batas!!
menjangkau setiap jengkal nafsu berarah,
tak peduli..
sungguh tak peduli pada yang maha pencipta..
maupun sesama..

kemana raga ini akan kubawa pergi?..

sunyi kembali,
disini..
sendiri.

= fj 260109 =





5 Important Lessons

15 01 2009

1 – First Important Lesson – Cleaning Lady.
> During my second month of college, our professor
> gave us a pop quiz. I was a conscientious student
> and had breezed through the questions until I read
> the last one:
>
> ‘What is the first name of the woman who cleans the school?’
> Surely this was some kind of joke. I had seen the
> cleaning woman several times. She was tall,
> dark-haired and in her 50’s, but how would I know her name?
>
> I handed in my paper, leaving the last question
> blank. Just before class ended, one student asked if
> the last question would count toward our quiz grade.
>
> ‘Absolutely, ‘ said the professor. ‘In your careers,
> you will meet many people.  All are significant. They
> deserve your attention and care, even if all you do
> is smile and say ‘hello.’
>
> I’ve never forgotten that lesson. I also learned her
> name was Dorothy.

2. – Second Important Lesson – Pickup in the Rain

> One night, at 11:30 p.m., an older African American
> woman was standing on the side of an Alabama highway
> trying to endure a lashing rain storm. Her car had
> broken down and she desperately needed a ride.
> Soaking wet, she decided to flag down the next car.
> A young white man stopped to help her, generally
> unheard of in those conflict-filled 1960’s. The man
> took her to safety, helped her get assistance and
> put her into a taxicab.
>
> She seemed to be in a big hurry, but wrote down his
> address and thanked him. Seven days went by and a
> knock came on the man’s door. To his surprise, a
> giant console color TV was delivered to his home. A
> special note was attached.
>
> It read:
> ‘Thank you so much for assisting me on the highway
> the other night. The rain drenched not only my
> clothes, but also my spirits.  Then you came along.
> Because of you, I was able to make it to my dying
> husband’s bedside just before he passed away… God
> bless you for helping me and unselfishly serving
> others.’
>
> Sincerely,
> Mrs Nat King Cole.

3 – Third Important Lesson – Always remember those who serve.

> In the days when an ice cream sundae cost much less,
> a 10-year-old boy entered a hotel coffee shop and
> sat at a table. A waitress put a glass of water in
> front of him.
>
> ‘How much is an ice cream sundae?’ he asked.
> ‘Fifty cents,’ replied the waitress.
>
> The little boy pulled his hand out of his pocket and
> studied the coins in it.
>
> ‘Well, how much is a plain dish of ice cream?’ he inquired.
>
> By now more people were waiting for a table and the
> waitress was growing impatient.
>
> ‘Thirty-five cents,’ she brusquely replied.
>
> The little boy again counted his coins.
>
> ‘I’ll have the plain ice cream,’ he said.
>
> The waitress brought the ice cream, put the bill on
> the table and walked away The boy finished the ice
> cream, paid the cashier and left.  When the waitress
> came back, she began to cry as she wiped down the
> table.  There, placed neatly beside the empty dish,
> were two nickels and five pennies..
>
> You see,  he couldn’t  have the sundae, because he had
> to have enough left to leave her a tip.

4 – Fourth Important Lesson. – The obstacle in Our Path.

> In ancient times, a King had a boulder placed on a
> roadway.  Then he hid himself and watched to see if
> anyone would remove the huge rock.  Some of the
> king’s wealthiest merchants and courtiers came by
> and simply walked around it.  Many loudly blamed the
> King for not keeping the roads clear, but none did
> anything about getting the stone out of the way.
>
> Then a peasant came along carrying a load of
> vegetables.  Upon approaching the boulder, the
> peasant laid down his burden and tried to move the
> stone to the side of the road.  After much pushing
> and straining, he finally succeeded. After the
> peasant picked up his load of vegetables, he noticed
> a purse lying in the road where the boulder ha d
> been. The purse contained many gold coins and a note
> from the King indicating that the gold was for the
> person who removed the boulder from the roadway.  The
> peasant learned what many of us never understand!
>
> Every obstacle presents an opportunity to improve
> our condition.

5 – Fifth Important Lesson – Giving When it Counts…

> Many years ago, when I worked as a volunteer at a
> hospital, I got to know a little girl named Liz who
> was suffering from a rare & serious disease.  Her only
> chance of recovery appeared to be a blood
> transfusion from her 5-year old brother, who had
> miraculously survived the same disease and had
> developed the antibodies needed to combat the
> illness.  The doctor explained the situation to her
> little brother, and asked the little boy if he would
> be willing to give his blood to his sister.
>
> I saw him hesitate for only a moment before taking a
> deep breath and saying, ‘Yes I’ll do it if it will save
> her.’  As the transfusion progressed, he lay in bed
> next to his sister and smiled, as we all did, seeing
> the color returning to her cheek. Then his face
> grew pale and his smile faded.
>
> He looked up at the doctor and asked with a
> trembling voice, ‘Will I start to die right away’.
>
> Being young, the little boy had misunderstood the
> doctor; he thought he was going to have to give his
> sister all of his blood in order to save her.





Jalan Jalan Malam..

15 01 2009

Baru selese nonton Inter – Roma. Inter membantai 4-1 bow,hehe.. Manstab lah, sempat tadi maennya kaya barca, umpan ngalir trus selese di kakinya crespo, lo harus nonton tuh golnya,:D

Hm.. Tentang jalan-jalan malem.. dulu sering tuh, pas gue lagi sering seringnya ngeben, selese latian trus kita nongkrong entah dimana, nyanyi sampe cape,ngantuk.. baru pulang.. Kalo inget hal itu gue jadi senyum-senyum sendiri,hehe.. inget bahwa waktu dibandung ini, hampir 4,5tahun ternyata gue ngalamin banyak hal juga.. dari mulai kehidupan jadi wakil ketua angkatan IF03, anggota MLM tianshi, jadi kipernya PS-ITB, anggota biasa LSS-ITB setahun penuh.. hm.. oia, ditahun pertama gue juga jadi anggota tetap HUBLU KM-ITB dan juga jadi KADIV marketing HMIF-ITB.

Hm.. beragam yah? tapi coba liat.. ada SATU hal yang kurang.. coba tebak ayoo.. Mungkin lo nebak gue ngga pernah ikut geng motor? yah, emang pengen juga sih.. tapi nda masalah deh kalo itu nda kesampean.. ^_^ .. Hm, yang gue maksud itu bahwa gue ngga pernah jadi seorang mahasiswa yang benar-benar serius selama gue kuliah ini.. ngga pernah g kuliah satu semester degan ngerjain semua tugasnya dengan sebaik-baiknya.. Ada aja alesannya, ntah males, ntah ketiduran, ntah gara-gara maen FM, ntah maen bola.. ada aja alesan untuk ngejadiin kuliah itu yang nomor dua..

Itu sekarang yang gue coba perbaiki. di semester yg insy terakhir ini, gue mengerahkan semua niat yang gue punya, untuk men-jadikannya semester terbaik gue, yang ngebikin gue puas dengan apa yang gue beri untuk kuliah gue.. Mudah-mudahan semua-itu bisa terwujud.. Amin..

- fajar 300907 -





terkadang..

16 12 2008

terkadang ku sulit menghadang
perasaan hati,
bergejolak, sunyi, perlahan, merayapi
tapi ya begitu adanya

meski sering kuhindari
kuingkari
kubantah..
memang benar terjadi..

kamu tahu, aku tahu
seringkali sepi memang tak menyenangkan
dan, maaf jika ku ragu,
karena seharusnya tak begitu

ku hanya bocah
nan perlahan merayapi hidup,
berharap menjadi laki laki.. sejati

suatu saat nanti,
ya.. suatu saat nanti





A Great Motivational Speech..

19 12 2007

10 Biggest weaknesses of human being

Pengantar : Sebuah pencerahan.. G dapet ini dari milis.. dan g pikir sangat2 menarik jika bnyk orang yang berkaca didalamnya.. Coba deh dibaca! ^_^

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau “mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”.
Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
“Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”.
“Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”.
Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan ?
Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.
Action may not always bring success, but there is no success without action.

“Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses, tetapi… Tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan.”
(Greg Phillips- Benjamin Disraeli)
Sumber : Anonymous

Regards,

HENDRY RISJAWAN

Training & Development Dept.

PT A.J. Central Asia Raya (CAR)





Sekarang episode dua..

7 12 2007

Saat rembulan malamku kembali tak muncul..
Ketika dia justru menjadi matahari yang terang bagi setiap jengkal angkasa raya..
Kesepian.. ku sendiri..
Kurasakan, apa yang mungkin dirasa oleh setiap jiwa..
Berpindah dari rasa nyaman kepada kehilangan yang nyata..

Dia ada disana..
Benar, ada disana.. sebagai matahari.. dengan sinarnya..
Silau kurasa..

Kurindu rembulan.. teduh, rebah kuingin dipangkuannya..
Lembut, helaan nafasnya pun terdengar merdu..
Kapanpun ku ingin.. ia tersenyum.. seolah menggodaku bercerita..

Yah, aku memang bukan apa-apa..
Jiwa biasa.. selayaknya enam milyar manusia lainnya.
Ku hanya ingin rembulanku kembali..
Itu saja..

December 2007